Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), SIMBOK

11 08 2011

Sebagai penanggung jawab pembangunan kesehatan di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah melakukan berbagai upaya untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Namun, upaya tersebut masih terus ditingkatkan.

Untuk mempercepat pencapaian sasaran-sasaran pembangunan kesehatan di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah melakukan terobosan melalui berbagai upaya yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Satu di antaranya adalah Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). BOK diharapkan dapat berkontribusi meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan masyarakat, utamanya melalui kegiatan promotif dan preventif, sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan dengan fokus pencapaian Millennium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015.

Penyediaan BOK bagi Puskesmas dan jaringannya, Poskesdes dan Posyandu, telah memasuki tahun kedua. Disadari bahwa dalam pelaksanaan BOK tahun 2010 masih ditemui berbagai kendala. Oleh karena itu, pada tahun 2011 dilakukan perubahan mekanisme penyaluran dana, yaitu yang semula melalui mekanisme Bantuan Sosial diubah menjadi melalui mekanisme Tugas Pembantuan. Di samping itu, pengelolaan BOK di provinsi dan kabupaten/kota tahun 2011 diintegrasikan dengan pengelolaan Jamkesmas dan Jampersal agar pemanfaatan dananya memberikan daya ungkit besar dalam pencapaian MDGs. (Menkes RI, 2011)

Dengan segala perubahan format dan cara pandang BOK tersebut, Kabupaten/Kota harus mempelajari kembali petunjuk teknis yang berkenaan dengan cara penyaluran dana dan pertanggungjawabannya. Banyak Puskesmas atau bahkan Dinkes Kabupaten/Kota merasa bahwa administrasi BOK memusingkan dan berbelit-belit. Dengan stigma seperti itu membuat pengelola BOK di puskesmas terutama menjadi kesulitan untuk mengimplementasikan kegiatan yang bersumber dari BOK.

Di Kabupaten Garut, hal tersebut adalah keniscayaan yang pasti terjadi. Pengelola keuangan kesulitan untuk membuat pertanggungjawaban yang lain dari “biasanya”. Bahkan dengan sedikit pesimistis bahwa yang banyak diurus untuk BOK ini hanya permasalahan administratif saja, belum menyentuh pada daya ungkit keprograman.

Dengan permasalahan tersebut, kiranya ilmu dan niat baik sudah seharusnya bisa bersatu melarapkan dan memecahkan permasalahan yang ada. Jalan keluar yang bisa ditawarkan adalah berupa apliasi komputer (Sistem Informasi Manajemen) yang bisa mempermudah dalam pembuatan pertanggung jawaban administratif. Dengan demikian, pengelola BOK bisa mulai berkonsentrasi untuk upaya pencapaian dan percepatan MDG’s.

Aplikasi/ SIMBOK  ini bisa bermanfaat untuk pembuatan surat tugas, laporan dinas, kwitansi, dan SPPD. Selain itu laporan seperti SPTB, SPM dan Laporan keuangan bisa pula dikerjakan. Semoga ini bisa bermanfaat bagi puskesmas yang ada di Garut khususnya, dan puskesmas di seluruh Indonesia khususnya sebagai bahan inspirasi dan  pencerahan.

Aplikasi bisa di unduh (download) di sini. Untuk informasi lanjut silahkan hubungi d_rico07@yahoo.co.id/085221059500


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: