PWS KIA

8 01 2010

Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) telah dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 1985. Pada saat itu pimpinan puskesmas maupun pemegang program di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota belum mempunyai alat pantau yang dapat memberikan data yang cepat sehingga pimpinan dapat memberikan respon atau tindakan yang cepat dalam wilayah kerjanya. PWS dimulai dengan program Imunisasi yang dalam perjalanannya, berkembang menjadi PWS-PWS lain seperti PWS-Kesehatan Ibu dan Anak (PWS KIA) dan PWS Gizi.

Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS KIA) adalah alat manajemen untuk melakukan pemantauan program KIA di suatu wilayah kerja secara terus menerus, agar dapat dilakukan tindak lanjut yang cepat dan tepat. Program KIA yang dimaksud meliputi pelayanan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu dengan komplikasi kebidanan, keluarga berencana, bayi baru lahir, bayi baru lahir dengan komplikasi, bayi, dan balita. Kegiatan PWS KIA terdiri dari pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data serta penyebarluasan informasi ke penyelenggara program dan pihak/instansi terkait dan tindak lanjut.

Definisi dan kegiatan PWS tersebut sama dengan definisi Surveilens. Menurut WHO, Surveilens adalah suatu kegiatan sistematis berkesinambungan, mulai dari kegiatan mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasikan data yang untuk selanjutnya dijadikan landasan yang esensial dalam membuat rencana, implementasi dan evaluasi suatu kebijakan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan surveilens dalam kesehatan ibu dan anak adalah dengan melaksanakan PWS KIA.

Dengan PWS KIA diharapkan cakupan pelayanan dapat ditingkatkan dengan menjangkau seluruh sasaran di suatu wilayah kerja. Dengan terjangkaunya seluruh sasaran maka diharapkan seluruh kasus dengan faktor risiko atau komplikasi dapat ditemukan sedini mungkin agar dapat memperoleh penanganan yang memadai.

  1. Memantau pelayanan KIA secara Individu melalui Kohort
  2. Memantau kemajuan pelayanan KIA dan cakupan indikator KIA secara teratur (bulanan) dan terus menerus.
  3. Menilai kesenjangan pelayanan KIA terhadap standar pelayanan KIA.
  4. Menilai kesenjangan pencapaian cakupan indikator KIA terhadap target yang ditetapkan.
  5. Menentukan sasaran individu dan wilayah prioritas yang akan ditangani secara intensif berdasarkan besarnya kesenjangan.
  6. Merencanakan tindak lanjut dengan menggunakan sumber daya yang tersedia dan yang potensial untuk digunakan.
  7. Meningkatkan peran lintas sektor setempat dalam penggerakan sasaran dan mobilisasi sumber daya.
  8. Meningkatkan peran serta dan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan KIA. (Depkes RI, 2009)

Dengan mengucap bisamillah alhamdulillah, saya telah memberanikan diri untuk meluncurkan aplikasi PWS KIA yang dibuat dengan berbagai kesederhanaan. Aplikasi ini berjalan dengan menggunakan Microsoft Excel 2007. Dalam versi 1 ini, khusus saya buat untuk puskesmas dengan 4 desa saja. Bila ada yang menginginkannya dengan desa yang lebih banyak, bisa menghubungi saya di 085221059500.

Program ini bersifat opensource, semua orang boleh mempergunakannya dan meng-copy tanpa harus mendapat izin dari saya. Karena saya yakin, ilmu yang saya tuangkan tidak akan hilang dengan memberikannya pada orang lain. InsyaAlloh

Ke depan, tentu pengembangan PWS KIA ini saya harapkan bisa digabungkan dengan kohort ibu dan bayi secara utuh, sehingga aplikasi ini bisa dijadikan database pelayanan KIA di Puskesmas. Untuk rencana tersebut, saya sangat berharap dukungan dari berbagai pihak untuk melaksanakannya. Semoga bermanfaat…

File bisa didaatkan di halaman Download Area blog ini, atau klik disini


Aksi

Information

2 responses

4 10 2010
RICHA SELPA

assalamu’alaikum Wr. Wb

saya icha mw ajukan komentar..

kalo bisa di jabarkan lagi data – datanya..

supaya semua yang baca lebih mengerti tentang PWS ini..

trima kasi..

wassalamu’alaikum Wr. Wb

19 12 2011
Puskesmas Sungai Ayak

Sebagai sesama orang Puskesmas saya nyatakan salut atas usaha untuk membuat aplikasi yang bermanfaat bagi petugas di Puskesmas dalam memudahkan pekerjaannya. Namun dalam aplikasi ini, saya melihat bahwa data yang dientri adalah angka jadi, bukan data mentah yang kemudian diolah oleh aplikasi menjadi sebuah laporan. Selanjutnya adalah, ada sheet yang dikunici sedemikian rupa sehingga user tidak dapat mengakses tombol untuk kembali ke menu utama, contohnya, user klik nama bulan pada menu dibawah tabel pws dan kemudian tampil sheet bulan tersebut. Namun gerak user di sheet bulan tersebut dibatasi hingga tidak terlihat tombol untuk kembali. Ini tentunya akan membingungkan pengguna. Jadi, mohon di setting ulang untuk penguncian sel pada sheetnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: